Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Persiapan dan Kesiapan Pelaksanaan Asian Para Games 2018 – Komisi 10 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Sesmenpora RI, Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora RI, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, dan Ketua INAPGOC

Tanggal Rapat: 1 Oct 2018, Ditulis Tanggal: 6 Jul 2020,
Komisi/AKD: Komisi 10 , Mitra Kerja: Gatot Dewa Broto, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga RI

Pada 1 Oktober 2018, Komisi 10 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Sesmenpora RI, Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora RI, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, dan Ketua Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) mengenai Persiapan dan Kesiapan Pelaksanaan Asian Para Games 2018. RDP ini dibuka dan dipimpin oleh Abdul Fikri Faqih dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapil Jawa Tengah 9 pada pukul 15:03 WIB. (ilustrasi: m.ayobogor.com)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Raja Sapta Oktohari, Ketua Panitia Pelaksana INAPGOC
  • Indonesia akan membuat sejarah karena Asian Para Games (APG) 2018 akan menjadi APG terbaik yang pernah ada.
  • Indonesia juga berhasil memecahkan rekor dimana Asian Para Games 2018 akan diikuti oleh 2.831 peserta dengan jumlah negara yang berpartisipasi sebanyak 43 negara. Hal tersebut menjadi rekor terbanyak terkait dengan jumlah peserta dan jumlah negara yang ikut berpartisipasi.
  • Indonesia patut berbangga terkait dengan torch relay karena obor tersebut merupakan obor buatan anak bangsa dan obor tersebut ketika dipegang semakin lama bukannya semakin panas, tetapi justru semakin dingin.
  • Di Pangkal Pinang animonya lebih besar lagi karena pada Rabu yang lalu semua sekolah diliburkan dalam rangka menyambut torch relay Asian Para Games 2018. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk antusiasme masyarakat Indonesia yang menyambut Asian Para Games 2018 dengan penuh apresiasi.
  • Kontingen pertama yaitu Bahrain sudah datang ke Indonesia dan Ketua INAPGOC turut serta menjemputnya. 
  • Indonesia tidak sedang mengadakan pesta olahraga, tetapi Indonesia akan membuat sejarah dan sekaligus sebagai pelaku sejarah.
  • Terdapat 3 tugas utama INAPGOC yaitu sports, para village, dan transportasi. Hari ini tantangan terbesar adalah waktu karena INAPGOC hanya punya waktu 1 bulan dari 4 September sampai 4 Oktober 2018 karena saat Asian Games, Asian Para Games harus libur. Saat Asian Games penutupan, INAPGOC langsung melakukan rapat lintas kementerian dan bergerak dengan cepat.
  • Terkait venues, INAPGOC membaginya sebanyak 3 scopes dan sudah hampir semua siap, kecuali venues yang sewa seperti venues yang di Sudirman.
  • Strategi INAPGOC ada 2, yaitu keren atau keren banget. INAPGOC memilih strategi yang keren banget, namun beberapa pilihan ada yang keren.
  • Terkait persiapan para village, INAPGOC sudah masuk pada fase akhir dan harapan INAPGOC, Anggota Komisi 10 DPR-RI dapat mampir ke para village. INAPGOC juga membuat terminal sendiri di para village untuk mencegah penumpukan bus seperti di Asian Games.
  • Ruang kerja INAPGOC sifatnya non permanent sehingga INAPGOC bekerja sama dengan Gelora Bung Karno, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan seluruh stakeholders terkait.
  • Asian Para Games 2018 akan menggunakan sistem penjualan tiket dengan 4 opsi penjualan:
    • Opening dan Closing Ceremony
    • Terusan Cabor
    • Terusan Semi Final dan Final
    • Festival (hanya masuk ke area Gelora Bung Karno)
  • Sampai saat ini tiket sudah terjual hingga 80%.
  • Tiket gratis untuk penyandang disabilitas:
    • INAPGOC menyiapkan Tiket Gratis untuk Penyandang Disabilitas sebanyak 3.000 (non-wheelchair) dan 200 (pengguna wheelchair), perbedaan besaran kuota ini didasari juga oleh ketersediaan bangku yang ada;
    • Pembagian Tiket Gratis ini akan dibagikan dengan mekanisme pendaftaran melalui aplikasi yang disiapkan Kementerian Sosial (satu pintu). Pembagian dan mobilisasi kaum difabel juga diatur oleh mekanisme dari Kementerian Sosial;
    • INAPGOC bersama dengan Kementerian Sosial juga menyiapkan jalur masuk khusus yang tidak dikenakan biaya pada saat Games Time untuk teman-teman difabel di Pintu 5, 6, dan 7, yang merupakan pintu masuk utama kawasan pada saat perhelatan berlangsung.
  • Kepada pengguna wheelchair, tantangan terberat adalah electrical wheelchair dan beratnya 135 Kg dan membutuhkan 5-6 orang untuk mengangkatnya. Untuk opening, INAPGOC membuat kategori tiket yaitu opening closing, dijual Rp500.000, Rp750.000, Rp1.500.000 dan Rp2.500.000.
  • Ada yang berspekulasi tiket tersebut mahal. INAPGOC menjual 22.000 tiket dimana 10% untuk disabilitas dan tiket tersebut diberikan secara gratis. Semua disabilitas masuk pintu khusus, termasuk pintu masuk ke GBK. Wheelchair yang dimiliki hanya 250 dan INAPGOC akan membuat platform tambahan.
  • Pengunjung dapat menikmati area festival Asian Para Games dengan tiket Rp10.000.
  • INAPGOC juga membuat alat bantu narasi terkait penjelasan bagi tuna netra. INAPGOC memaksimalkan agar pembukaan APG lebih ramah disabilitas. INAPGOC membagi 4 kategori yaitu tuna netra, tuna darsa, tuna grahita, dan tuna rungu.
  • Sistem penjualan tiket Cabang Olahraga (Cabor);
    • Harga tiket per cabor Rp25.000
    • Harga tiket semi final dan final Rp100.000 (cabor tertentu)
    • Harga tiket terusan harian Rp75.000 (harga sudah termasuk festival tidak berlaku untuk semi final dan final)
    • Harga tiket terusan 6 hari event Rp200.000 (harga sudah termasuk festival dan juga semi final dan final)
  • Area festival dibagi menjadi 2 venues yaitu venues semangat dan venues inspirasi.
  • Terkait souvenir, INAPGOC mengalami sedikit kesulitan sebab saat Asian Games banyak souvenir yang tidak terjual. Saat penutupan Asian Games, baru ada beberapa vendor datang untuk bekerja sama membuat souvenir.
  • Strategi INAPGOC untuk ticketing tidak memberikan nomor kursi karena belajar dari penyelenggaraan event sebelumnya.
  • Terkait tiket, setiap hari minimal 5.000 tiket gratis untuk disabilitas diberikan. INAPGOC juga akan memobilisasi anak-anak sekolah SD, SMP, dan SMA untuk menjadi bagian sebagai penonton dalam Asian Para Games 2018.
  • Ketua INAPGOC atas nama pribadi maupun panitia INAPGOC lainnya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan dari Komisi 10 DPR-RI.

Deputi IV (Peningkatan Prestasi) Kemenpora RI
  • Waktu menuju pembukaan Asian Para Games 2018 tersisa 5 hari lagi. Hari ini akan ada pengukuhan kontingen APG 2018 di Wisma Atlet Kemayoran pada pukul 19:00 WIB.
  • Berbicara masalah peringkat, Indonesia berada di peringkat 9 pada saat Asian Para Games di Incheon, Korea.
  • Berdasarkan number of event, APG 2018 memang tergolong sedikit, tetapi APG 2018 ini diikuti oleh peserta dan negara terbanyak selama APG ini diselenggarakan.
  • Deputi IV Kemenpora memberikan bantuan ke NPC sebesar Rp130 Miliar dan yang sudah diterima NPC Rp91 Miliar, sehingga masih ada kekurangan Rp39 Miliar.
  • Untuk Indonesia, jumlah atlet 300 atlet, 18 manager, 90 tenaga pendukung, dan 54 pelatih.
  • Progress kesiapan atlet APG 2018;
    • Seluruh latihan atlet difokuskan kepada mental bertanding dan pematangan skill bertanding
    • Periodisasi latihan menuju peak performance atlet
    • Peningkatan percaya diri dan motivasi atlet
    • Suplementasi nutrisi nutrisi untuk fase kompetisi dan pengawsan makanan dan obat untuk menghindari doping
  • Target medali emas APG 2018, target NPC 18 medali emas, sedangkan target Pemerintah 16 medali emas.

Deputi I (Pembudayaan Olahraga) Kemenpora RI
  • Terkait promosi, Deputi I Kemenpora RI mengaku tidak diam saja.
  • Perlu menjadi perhatian bahwa tidak boleh ada join promotion antara Asian Games dengan Asian Para Games. Jadi, selama Asian Games masih berlangsung, maka branding akan dipenuhi oleh Asian Games. Berlaku sebaliknya.

Gatot Dewa Broto, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga RI
  • Pada 18 Maret 2018, Sesmenpora mendapat surat dari Olympic Council of Asia (OCA) karena tidak boleh ada join promotion antara Asian Games dan Asian Para Games. Kemudian, dapat surat lagi yaitu tidak boleh ada acara selama 120 hari sebelum dan sesudah Asian Games. Namun, tantangan itu sudah dilewati. 

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan