Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Evaluasi Kinerja Tahun 2019 dan Outlook Perekonomian Tahun 2020 — Komisi 11 DPR-RI Rapat Kerja (Raker) dengan Gubernur Bank Indonesia

Tanggal Rapat: 27 Jan 2020, Ditulis Tanggal: 30 Nov 2021,
Komisi/AKD: Komisi 11 , Mitra Kerja: Gubernur Bank Indonesia

Pada 27 Januari 2020, Komisi 11 DPR-RI mengadakan Rapat Kerja (Raker) dengan Gubernur Bank Indonesia mengenai Evaluasi Kinerja Tahun 2019 dan Outlook Perekonomian Tahun 2020. Raker ini dibuka dan dipimpin oleh Eriko Sotarduga dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) daerah pemilihan DKI Jakarta 2 pada pukul 10.20 WIB dan dinyatakan terbuka untuk umum. (Ilustrasi: cermati.com)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Gubernur Bank Indonesia
  • Ekonomi global tahun 2019 semakin tidak ramah digitalisasi meningkat pesat dan sejumlah tantangan perlu kita cermati.
  • Dampak buruk dari perang dagang yang meluas sejak Februari 2019, antara Amerika Serikat dengan Tiongkok dan sejumlah negara lain dan sejumlah risiko geopolitik.
  • Ekonomi dunia membaik di tahun 2020 oleh kesepakatan perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok.
  • Sejumlah langkah kebijakan moneter dan fiskal dari otoritas berbagai negara.
  • Digitalisasi meningkat pesat memasuki berbagai sektor di tengah ekonomi global yang memburuk.
  • Prospek ekonomi indonesia cukup membaik.
  • Kebijakan Moneter belum tentu efektif mengatasi dampak buruk perang dagang.
  • Penurunan suku bunga dan injeksi likuiditas melalui quantitative easing (QE).
  • Di banyak negara belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dunia.
  • Perlu stimulus fiskal dan reformasi struktural dari pemerintah.
  • Volatilitas aliran modal asing masuk ke EMs (terutama investasi portofolio).
  • Volatilitas nilai tukar tinggi akibat perbedaan suku bunga dan premi risiko investasi.
  • Digitalisasi ekonomi dan keuangan meningkat pesat, perilaku masyarakat meningkat.
  • Perkembangan pesat ekonomi dan keuangan digital dalam bentuk fin-tech dan unbundling financial service di luar bank.
  • Institusi finansial lain berisiko menciptakan shadow banking.
  • Besarnya investasi teknologi digital mendorong konsentrasi penguasaan usaha dan data granular oleh bigtech yang perlu diwaspadai.
  • Ini perlu integrasi ekonomi keuangan digital secara nasional.
  • Meningkatnya peranan milenial dan digitalisasi dalam perekonomian dorong perubahan perilaku baik sebagai konsumen maupun faktor produksi.
  • Kaum pemuda cepat mengadopsi kemajuan teknologi digital.
  • Transmisi pelonggaran kebijakan moneter berlanjut, kecukupan likuiditas perbankan terjaga.
  • Likuiditas di pasar uang dan perbankan memadai, tercermin pada rerata harian volume bulan Desember 2019 tetap tinggi Rp17,60 triliun.
  • Rasio tetap besar 21,1% pada bulan November 2019.
  • Rerata tertimbang suku bunga deposito menurundari Juni 2019 menjadi 6,32% pada November 2019.
  • Suku bunga kredit mulai menurun, terutama kredit investasi dan modal kerja.
  • Ke depan, Bank Indonesia akan terus memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi di pasar uang.
  • Memperkuat transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.
  • Kelancaran sistem pembayaran tetap terjaga baik tunai maupun nontunai.
  • Ketahanan eksternal ekonomi Indonesia terjaga, nilai tukar rupiah meningkat.
  • Keseimbangan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sampai dengan triwulan 4 tahun 2019 terjaga.
  • Defisit transaksi berjalan terkendali di sekitar 2,7% PDB pada 2019 dan dalam kisaran 2,5-3,0% PDB pada 2020.
  • Pembinaan dari surplus neraca modal dan finansial mencukupi.
  • Termasuk dari besarnya aliran masuk investasi portofolio asing.
  • Nilai tukar rupiah menguat di 2019 dan tetap stabil pada 2020 sejalan dengan fundamental ekonomi.
  • Mekanisme pasar dan konfiden pelaku pasar dan investasi terhadap kredibilitas kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah.
  • Bauran Kebijakan Bank Indoensia yaitu menjaga stabilitas dan mendorong momentum pertumbuhan.
  • Kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan dan ekonomi keuangan syariah.
  • Inflasi tetap terkendali pada level yang rendah dan stabil.
  • Terkendalinya inflasi karena terjaganya ekspektasi inflasi seiring dengan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga.
  • Permintaan agregat yang terkelola, nilai tukar yang stabil dan pengaruh harga global yang minimal.
  • Ke depan, Bank Indonesia akan konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik pusat maupun daerah.
  • Kebijakan akomodatif akan kami perluas untuk pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM).
  • Kita akan terus mendorong pengembangan ekonomi syariah.
  • Kelancaran sistem pembayaran tetap terjaga baik tunai maupun nontunai.
  • Prospek ekonomi jangka menengah akan semakin baik.
  • Summary outlook perekonomian Indonesia secara keseluruhan perbankan kinerja ekonomi Indonesia akan berlanjut.
  • Pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi dengan stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan yang terjaga dan inflasi rendah.
  • Nilai tukar rupiah stabil dan defisit transaksi berjalan terkendali.
  • Fungsi intermediasi perbankan yang masih rendah pada tahun 2019 diperkirakan akan membaik pada 2020.
  • Stance kebijakan moneter akomodatif berlanjut pada tahun 2020.
  • Di tahun 2019 inlasi rendah, rupiah menguat dan mendorong pertumbuhan.
  • Di tahun 2020 melanjutkan kebijakan moneter akomodatif.
  • Suku bunga kredit turun, kredit perbankan naik dan pasar modal naik.
  • Sinergi untuk ketahanan, transformasi ekonomi, dan inovasi digital.
  • Sinergi bauran kebijakan makroekonomi dan sistem keunagan.
  • Sinergi dalam transformasi ekonomi dan sinergi dalam inovasi digital.
  • Pemberdayaan ekonomi dan keuangan syariah dan UMKM.
  • Perberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah dan penguatan edukasi.
  • Prospek ekonomi jangka menengah akan semakin membaik, inisiatif blueprint dan inovasi sistem pembayaran.
  • Kebijakan makroprudensial akomodatif dan kebijakan sistem pembayaran.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan