Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Kinerja Tahun 2017 dan Rencana Kerja Tahun 2018 — Komisi 11 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT. Askrindo, PT. Jamkrindo, dan Jasindo

Tanggal Rapat: 31 Jan 2018, Ditulis Tanggal: 29 Sep 2020,
Komisi/AKD: Komisi 11 , Mitra Kerja: Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo)

Pada 31 Januari 2018, Komisi 11 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT. Askrindo, PT. Jamkrindo, dan Jasindo mengenai Kinerja Tahun 2017 dan Rencana Kerja Tahun 2018. RDP ini dibuka dan dipimpin oleh Achmad Hafisz Tohir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dapil Sumatera Selatan 1 pada pukul 14:10 WIB. (ilustrasi: kajianpustaka.com)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo)
  • Jumlah aset PT. Askrindo sebesar Rp16,4 Triliun, mengalami pertumbuhan 8% dibandingkan pada posisi tahun 2016 sebesar Rp15,2 Triliun. Di tahun 2018, prediksinya sebesar Rp18,5 Triliun atau tumbuh sebesar 13%. 
  • Laba setelah pajak tahun 2017 sebesar Rp1,044 Triliun atau tumbuh sebesar 13% dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp923 Miliar. 
  • Untuk rencana di tahun 2018 sebesar 1,273 T atau tumbuh 22%. 
  • Mengingat sampai 2017 pemenuhan cadangan baru sampai 15% maka kami menggunakan untuk memenuhi cadangan minimum sampai tahun 2018, sehingga di tahun 2019 kami dapat kembali memberikan dividen kepada negara.
  • Penjaminan kredit usaha rakyat diamanatkan kepada PT. Askrindo dan Jasindo. 
  • Khusus untuk sektor perdagangan saat ini mengalami perbaikan sesuai dengan kebijakan Pemerintah. Kebijakannya yaitu arah kredit usaha rakyat lebih ditekankan kepada industri. 
  • Terkait dengan anak perusahaan, kami memiliki 3 (tiga) anak perusahaan. 
  • Perusahaan kami memiliki target sebagai perusahaan asuransi domestik yang unggul dan meningkatkan di bidang asuransi jiwa. 
  • Kami memiliki Askrindo Syariah yang belum lama didirikan untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. 
  • Askrindo Syariah memiliki target laba di tahun 2018 sebesar Rp15,8 Miliar atau 300%.
  • PT. Askrindo juga memiliki perusahaan agen asuransi yang menjadi perusahaan mandiri dengan target laba Rp8,6 Miliar dari yang awalnya hanya Rp2,2 Miliar.
  • PT. Askrindo mengembangkan produk selain autp dan auts yang sudah diluncurkan dengan target sasarannya adalah para pembudidaya udang dimana produk yang dihasilkan berbasis parametric. 

PT. Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo)
  • PT. Jamkrindo merupakan perusahaan penjaminan kredit di Indonesia yang memiliki 9 kantor pusat dan 55 kantor cabang. 
  • Volume penjaminan di tahun 2016 sebesar Rp135,2 Triliun, sedangkan volume penjaminan di tahun 2017 sebesar Rp146,75 Triliun. 
  • Untuk aset, PT. Jamkrindo mengalami pertumbuhan sebesar 8% di tahun 2017 daripada tahun 2016. 
  • Laba sebelum pajak PT. Jamkrindo di tahun 2015 mengalami penurunan laba. Di tahun 2017 laba bersih PT. Jamkrindo sebesar Rp1,022 Triliun, sedangkan di tahun 2016 sebesar Rp941 Miliar. 
  • Sampai saat ini, PT. Jamkrindo telah merekrut sebanyak 20,4 juta orang pekerja. 
  • Proyeksi kinerja keuangan PT. Jamkrindo di tahun 2016 sebesar Rp156,6 Triliun. Di tahun 2018, PT. Jamkrindo memproyeksikan laba bersih sebesar Rp1,19 Triliun. 
  • Di tahun 2018 ini, untuk penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR), PT. Jamkrindo menyiapkan kredit super mikro dengan target 400.000 nasabah. Lalu, penjaminan ultra mikro dengan target 800.000 pengusaha.

Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo)
  • Jasindo bergerak di bidang asuransi umum, seperti proteksi kebakaran, keuangan, dan penerbangan. 
  • Untuk investasi di tahun 2015 sebesar Rp2,1 Triliun, di tahun 2016 sebesar Rp1,8 Triliun, dan di tahun 2017 sebesar Rp1,96 Triliun. 
  • Laba sebelum pajak Jasindo pada Desember 2017 sebesar Rp486 Miliar, Desember 2016 sebesar Rp475 Miliar, dan Desember 2015 sebesar Rp482 Miliar. 
  • Untuk asuransi tanaman padi, Jasindo memiliki nasabah sebanyak 1,55 juta petani di Desember 2017, ini meningkat dibanding tahun 2016 sebesar 917.000 petani.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan