Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Investasi Blok Masela, Ekspansi Bisnis Internasional, Penjelasan BBM RON 95, dan Distribusi LPG 3 KG - RDP Komisi 7 dengan Dirut PT Pertamina

Tanggal Rapat: 30 Aug 2023, Ditulis Tanggal: 1 Sep 2023,
Komisi/AKD: Komisi 7 , Mitra Kerja: Nicke Widyawati, Dirut PT Pertamina (Persero)

Pada 30 Agustus 2023, Komisi 7 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut PT Pertamina tentang Investasi Blok Masela, Ekspansi Bisnis Internasional, Penjelasan BBM RON 95, dan Distribusi LPG 3 KG. Rapat dipimpin dan dibuka oleh Eddy Soeparno dari Fraksi PAN dapil Jawa Barat 3 pada pukul 14.26 WIB. (Ilustrasi: Infobanknews)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Nicke Widyawati, Dirut PT Pertamina (Persero)
  • Mengapa Pertamina mengembangkan bisnis secara global:
    • Kalau dilihat dari semua bisnis Pertamina, Market Share Pertamina dominan di dalam negeri sehingga sebetulnya dari sisi kompetensi Pertamina ini sudah cukup mumpuni dan dari sisi capacity, Pertamina memiliki ideal capacity yang bisa dikembangkan.
    • Target lifting migas ini dari tahun ke tahun mengalami penurunan karena dengan major field yang dikelola. Namun demikian, dengan tugas untuk menjaga ketahanan energi nasional maka Pertamina melakukan upaya lain selain meningkatkan produksi dalam negeri. Pertamina pun kemudian melakukan akuisisi beberapa blok migas yang sudah produksi di luar negeri untuk menambah pasokan di mana Pertamina menamakan programnya adalah "Bring The barrel Home".
    • Adanya aspirasi dari pemegang saham untuk meningkatkan skala perusahaan, market cap, market value perusahaan ini melalui globalisasi.
    • Adanya kapasitas dan kapabilitas yang bisa Pertamina lakukan pengembangan sebagai bisnis baru di luar.
  • Kegiatan Pertamina di wilayah internasional:
    • Bisnis hulu Pertamina tersebar di 12 negara di 4 benua dengan produksi 400 MMboepd;
      • PHE mengoperasikan blok minyak dan gas terbanyak dan net working interest untuk produksi lifting terbesar di Indonesia, PHE juga memiliki blok upstream di wilayah internasional.
      • ;Existing Footprint;
        • ;Algeria - sejak 2012
        • Iraq - sejak 2013
        • Malaysia - sejak 2014
        • Maurel ET Prom - sejak 2017
      • Inorganic growth menjadi penggerak dalam memenuhi target PHE:
        • Penambahan reserves 1P di 2030 sebesar 3 Bn Boe
        • R/P 7 years
    • Bisnis Marine Logistics telah berlayar di 26 Rute Internasional
    • Kantor Operasi & Pemasaran Pertamina Group di Mancanegara;
      • United Arab Emirates
      • Thailand
      • Singapore
      • Timor Leste
      • Australia
      • Japan
  • Inisiatif Pengembangan Bisnis Pertamina di Afrika (ekspansi 11 negara dengan total 23 potensial):
    • Algeria (potensi akuisisi blok migas)
    • Gabon (potensi akuisisi saham Assala Energy Holdings)
    • Namibia (potensi Operation & maintenance training, potensi kerjasama training dengan petrafund)
    • Angola (potensi crude sourcing oleh PIEP dari Sonangol, potensi Operation & maintenance di LNG facilities milik Angola LNG)
    • South Africa (potensi pengembangan Gas Power Plant atau ekspor listrik dari Mozambique ke South Africa, potensi akuisisi saham perusahaan pemilik pipa gas Mozambique - Johannesburg)
    • Mozambique (potensi OJK operation & Maintenance, potensi akuisisi saham di blok Buzi (milik Bakrie Group), potensi kerja sama penyediaan kapal dan bisnis FSRU dengan ENH, potensi pembangunan pipa gas di Mozambique)
    • Tanzania (potensi penambahan stake di asset gas eksisting (Mnazi Bay); potensi bisnis Upstream West Songo, bisnis CNG dan Mini LNG supply, dan Capacity building)
    • DR Congo (potensi akuisisi saham perusahaan pemilik blok migas, potensi pembangunan refinery plant, potensi suplai/trading finished refinery product)
    • Kenya (potensi akuisisi saham perusahaan pemilik blok migas, potensi pembangunan refinery plant, potensi pengembangan Geothermal Plant, potensi suplai/trading finished refinery product)
    • Uganda (potensi maintenance training oil & gas)
    • Djibouti (potensi kerjasama training dengan geothermal)
  • Why Pertamax Green 95:
    • Komitmen Pertamina dalam mendukung tercapainya Net Zero Emissions Indonesia pada 2060 dengan pengurangan emisi CO2, dibandingkan Segmen RON 95.
    • Pengurangan impor BBM dengan memaksimalkan etanol berasal dari produksi domestik (local content).
    • Implementasi BioFuel berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, khususnya di bidang pertanian dan industri pengembangan bioetanol, selain menjaga tenaga kerja eksisting di sektor otomotif, migas, dan rantai pasoknya.
  • Positioning Pertamax Green 95 (Produk Pertamax Green 95 diformulasikan menggunakan blending bensin ditambah dengan etanol):
    • Target Market : 25-35 tahun (profesional muda)
    • Positioning: ramah lingkungan
    • Reason to Believe : teknologi untuk lingkungan lebih baik dan mendukung pelestarian lingkungan
    • Promotion Channels : soft launching di SPBU dan Double Point MyPertamina
    • Differentiation : kandungan nabati (etanol) dan segmen RON 95
    • Target Segment:
      • Segmen pelanggan innovative dengan berwawasan masa depan (sustainability concern) akan berpindah ke segmen RON yang lebih tinggi.
      • Pengguna pesaing dapat beralih ke BBM Ethanol Pertamina dengan kualitas dan pelayanan memenuhi standar pesaing dan harga bersaing.
    • Product:
      • Meningkatkan akselerasi
      • Melindungi mesin
      • Meet OEM Requirement
      • Sesuai spesifikasi Worldwide Fuel Charter
      • Menambah local content
      • Teruji Lemigas
    • Strategy
      • Portfolio Product (Segmen 90, 92, 95, 98)
      • Pricing : ~Rp13.500 per liter
      • Channel SPBU : 17 strategic location (12 di Surabaya & 5 di DKI Jakarta)
      • Implementasi awal SPBU COCO (prioritas)
      • Pertimbangan kehadiran SPBU Competitor
      • Local action, National communication : mulai pada Minggu Pertama Bulan Juni
  • Pengembangan Sarana Fasilitas & Supply Chain Pertamax Green 95
    • Supply Chain "Pertamax Green 95"
      • Kondisi saat ini penerimaan Gasoline, Ethanol, dan proses blending masih dilakukan di IT Surabaya untuk kemudian disalurkan ke SPBU Surabaya dan Jakarta.
      • Pembebasan Cukai skala nasional & modifikasi sarana & fasilitas IT dalam melakukan blending, supply Pertamax Green 95 dapat mencapai SPBU di kota selain Surabaya dan Jakarta.
    • Dukungan yang dibutuhkan dalam implementasi Pertamax Green 95
      • Pembebasan Cukai untuk Bioethanol Fuel Grade E100 (dikeluarkan dari daftar Barang Kena Cukai sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 172/PMK.04/2019) skala nasional.
  • Pengembangan Pertamax Green 95
    • Roadmap Gasoline Bioethanol
      • Melayani Market Segmen 95 dengan Demand ~100 KL, kebutuhan Ethanol domestic sudah dapat mencukupi
      • Akan tetapi, mempertimbangkan kapasitas Ethanol Fuel Grade Domestic sekitar ~63 ribu KL per tahun, maka dalam implementasi Pertamax Green 92 skala nasional dibutuhkan import Ethanol
    • Yang dibutuhkan dalam pengembangan pada volume yang lebih besar
      • Percepatan peningkatan produksi ethanol dalam negeri
      • Jika dibutuhkan tambahan impor :
        • Bebas pajak impor ethanol fuel Grade untuk kebutuhan
        • Izin impor Ethanol Fuel Grade (untuk BBM)
  • Realisasi dan Prognosa Penyaluran LPG 3 Kg per Juli 2023
    • Estimasi kebutuhan subsidi LPG 3 kg Tahun 2023 sebesar Rp92,18 triliun dengan prognosa penyaluran 2023 sebesar 8,28 juta MT
  • Rantai Suplai Distribusi LPG 3 Kg
    • Depot/Terminal LPG SPBE/LPG Filling Station Agen LPG 3 KG Pangkalan LPG 3 KG 80% Controllable Price & 20% Uncontrollable Price
    • Regulasi Distribusi Pangkalan ke Konsumen Langsung (Rumah Tangga, Usaha Mikro, Petani & Nelayan sasaran)
      • 2016 : 50%
      • 2022 : 70%
      • 2023 : 80%
  • Monitoring Pencatatan Transaksi Subsidi LPG 3 Kg Tepat Sasaran
    • Per 27 Agustus 2023, 216 ribu atau 88,7% Pangkalan telah melakukan pencatatan transaksi LPG 3 Kg melalui sistem Merchant Apps MyPertamina (MAP) dan 11,46 juta NIK telah tercatat melakukan transaksi LPG 3 Kg di mana 76,1% sudah terdata pada data P3KE.
  • Upaya Pengawasan Subsidi LPG 3 Kg
    • Pertamina intens berkoordinasi dengan pihak APH terkait penyaluran elpiji 3 Kg khususnya terkait indikasi penyalahgunaan dan penyaluran tidak sesuai ketentuan.
    • Lembaga Penyalur LPG 3 Kg yang tidak sesuai ketentuan akan mendapatkan sanksi dari PT Pertamina Patra Niaga baik berupa Surat Teguran, Surat Peringatan, Sanksi Skorsing s.d PHU.
    • Year To Date 28 Agustus 2023 telah terdapat 528 sanksi yang diberikan kepada penyalur oleh PT Pertamina Patra niaga.
  • Proyek Strategis Nasional Masela
    • Manfaat
      • Proyek strategis nasional untuk mendukung ketahanan energi nasional untuk mencapai target 12 BCFD dan era transisi energi.
      • Rencana pengembangan LNG dan penambahan Carbon Capture & Storage untuk mendukung sustainability.
      • Peningkatan ekonomi Indonesia timur dengan pembangunan infrastruktur gas di Indonesia timur, multiplier effect selama fase konstruksi & operasi, rekrutmen tenaga kerja.
    • Upstream M&A Strategy
      • Menambah portofolio domestik untuk peningkatan produksi, reserves & research resources; akuisisi aset yang meningkatkan kapabilitas operasional dan memperluas portofolio Migas.
      • Meningkatkan kapabilitas di pembangunan LNG marketing LNG dan pengembangan di laut dalam.
      • Meningkatkan nilai tambah dengan mid-downstream bisnis, opportunity bisnis baru CCS/CCUS.
  • Update Masela Pasca SPA Signing
    • 25 Juli 2023 Penandatangan Perjanjian Jual Beli
      • Status saat ini : pemenuhan persyaratan transaksi dengan target awal September permohonan persetujuan pengalihan PI akan disampaikan melalui SKK Migas; Workshops Operator dan new partners.
    • September/Oktober 2023 Persetujuan ESDM & Penyelesaian Transaksi/Pembayaran ke Shell
      • Target aktivitas proyek restart di Oktober 2023
    • Dukungan yang diperlukan
      • Persetujuan MESDM atas pengalihan PI Shell ke PHE dan Petronas
      • Persetujuan proposal revisi POD 2019 untuk penambahan lingkup CCS
      • Persetujuan amandemen PSC Masela terkait penambahan CCS sebagai Petroleum Operation

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan