Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Rencana PT Pertamina (Persero) dalam Penggunaan BBM Ramah Lingkungan dan lain-lain - RDP Komisi 7 dengan Dirut PT Pertamina (Persero)

Ditulis Tanggal: 8 Sep 2020,
Komisi/AKD: Komisi 7 , Mitra Kerja: Dirut PT. Pertamina (Persero)

Pada 31 Agustus 2020, Komisi 7 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut PT Pertamina (Persero) tentang rencana PT Pertamina (Persero) dalam penggunaan BBM ramah lingkungan dan lain-lain. Rapat dipimpin dan dibuka oleh Ramson Siagian dari Fraksi Gerindra dapil Jawa Tengah 10 pada pukul 13:14 WIB. (Ilustrasi: Finance.Detik.com)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Dirut PT. Pertamina (Persero)
  • Melihat suatu jenis crude, murah atau mahal itu relatif. Yang dibandingkan adalah harga crude dengan outputnya. Kilang-kilang lama cenderung mengolah crude dengan suku yang rendah.
  • Ada kilang yang sudah Pertamina (Persero) update dan bisa menolak suku yang lebih tinggi, karena kilang yang mengetahui hal tersebut, maka Pertamina berikan kewenangan itu ke kilang.
  • Perencanaan dan pengadaan minyak mentah dan produk BBM, PT Pertamina memisahkan antara yang membuat perencanaan dan pengadaan.
  • Inisiatif dan diversifikasi strategi pengadaan, Pertamina harus berhati-hati dalam membuat long term. Secara garis besar, kilang belum mendapatkan upgrading dan masih memerlukan crude dengan sulfur yang rendah.
  • Indonesia berada dalam kelompok negara-negara yang memiliki Gross Domestic Product (GDP) USD 2.000-USD 9.000 per tahun. Varian BBM: 88 Premium, 89 Pertalite, 90 Pertamax dan 98 Pertamax Turbo.
  • Negara-negara di dunia yang masih menggunakan BBM RON <90 hanya 7 negara, termasuk Indonesia.
  • Trend dan proyeksi sales BBM hingga tahun 2024: di tahun 2024, volume Premium akan menjadi 13,8% dan Pertamax naik 38%, ini merupakan upaya-upaya marketing. Pertamina berharap ada dukungan dari Komisi 7 DPR-RI terkait aspek regulasinya.
  • Kebutuhan pengguna LPG di non PSO menurun akibat pandemi Covid-19.
  • Proyeksi demand LPG PSO hingga tahun 2024, dengan asumsi pertumbuhan normal dan naik turun dengan adanya penambahan konversi dari BBM dan LPG.
  • Proyeksi supply/demand BBM, kilang Pertamina sudah diintegrasikan dengan Petrochemical. Kilang bisa diswitch secara mudah apakah akan menghasilkan gasoline atau petrochemcial produk.
  • Dengan bertambahnya kapasitas kilang di Balikpapan, nanti crudenya akan naik dan BBMnya akan turun.
  • 3 Pukulan akibat pandemi Covid-19 di H1-2020 terhadap Pertamina yaitu penurunan sales yang signifikan, fluktuasi rupiah terhadap US Dollar dan pelemahan ICP.
  • Pendapatan perusahaan awal tahun 2020 (Januari-April) turun signifikan hingga 57% dengan tekanan laba bersih hingga 116.
  • Langkah-langkah strategis perusahaan menghadapi tantangan tahun 2020:
    • Efisiensi capex dan opex setara US$ 4,7 miliar - Rp70 triliun (capex US$ 1,7 miliar dan opex US$ 3 miliar)
    • Menjaga produksi minyak dan gas untuk menekan impor
    • Optimalisasi program Pertamina Loyalty and Program Diskon untuk meningkatkan pendapatan
    • Renegosiasi kontrak dengan mata uang asing untuk dibayar menggunakan IDR
    • Efisiensi konsumsi energi dengan mengganti penggunaan refinery fuel dengan natural gas/PLN
    • Menurunkan Integrated Part Time untuk menurunkan beban pokok penjualan
    • Transformasi digital antara lain digitalisasi SPBU dan centralised procurement
    • Inventory Build Up dengan Manajemen Time to Buy pada saat harga minyak rendah
    • Melakukan mitigasi risiko selisih kurs dan meningkatkan kinerja cash flow

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan