Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) Tahun Anggaran 2016 dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2017 — Komisi 8 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Tanggal Rapat: 9 Jun 2016, Ditulis Tanggal: 26 Apr 2021,
Komisi/AKD: Komisi 8 , Mitra Kerja: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Pada 9 Juni 2016, Komisi 8 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai  Rancangan APBN Perubahan (RAPBNP) Tahun Anggaran 2016 dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2017. RDP ini dibuka dan dipimpin oleh Ali Taher dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dapil Banten 3 pada pukul 11.46 WIB. (ilustrasi: pahamify.com)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
  • Total DIPA BNPB sebesar Rp1,86 Triliun dan total pemotongan anggaran BNPB sebesar 11,21% atau Rp133 Miliar.
  • Penghematan tidak dilakukan dari dana yang bersumber dari hibah, dan anggaran bukan pajak. 
  • BNPB tidak mempunyai Badan Layanan Umum (BLU). 
  • BNPB mendapatkan tambahan dana siap pakai sebesar Rp50 Miliar. 
  • DIPA BNPB ada 2 bentuk, yaitu reguler dan cadangan bencana yang dialokasikan setiap tahunnya sebesar Rp4 Triliun. 
  • Program peningkatan sarana dan prasarana mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp25 Miliar, sehingga pagu akhir sebesar Rp92,8 Miliar.
  • Program penanggulangan bencana mengalami pemotongan sebesar Rp95,01 Miliar.
  • Pemotongan pada kegiatan BNPB sudah dijelaskan secara rinci dalam lampiran yang sudah dibagikan. 
  • Berkurangnya alokasi perjalanan dinas membuat BNPB harus mengadakan penyesuaian target strategis. Di dalam RPJMN ditetapkan ada 136 Kab/Kota dengan pertumbuhan ekonomi signifikan namun rawan bencana. Dengan adanya pengurangan anggaran, maka BNPB harus melakukan adjustment.
  • BNPB menyatakan sangat berterimakasih atas masukan yang diberikan oleh Anggota Komisi 8 DPR-RI.
  • Pemotongan anggaran yang terjadi diharapkan tidak menjadi penghambat bagi BNPB untuk bekerja lebih efektif. 
  • Terdapat 2 bentuk anggaran di BNPB, yaitu dana reguler awal dan Dana Siap Pakai (DSP) yang berada di Kemenkeu RI dimana setiap kuartal tahun diberikan Kepada BNPB. 
  • Strategi BNPB dalam menghadapi pemotongan anggaran adalah menyusun program sesuai dengan prioritasnya. 
  • Kesiapsiagaan memang sangat penting, apabila terjadi bencana maka pekerjaan lebih mudah dilakukan.
  • Proyeksi ke depan, ada potensi baru dan bencana yang diperkirakan terjadi. BNPB akan menyesuaikan dengan tren bencana. 
  • Cendekiawan menemukan adanya potensi bencana di Pulau Jawa, yaitu terkait perubahan iklim. BNPB akan melakukan update untuk pengurangan risiko bencana. 
  • Dalam menangani Sinabung, BNPB sedang menangani para penduduk yang direlokasi mandiri yaitu sebanyak 9.000 penduduk dibuatkan hunian sementara. 
  • Terkait anggaran Sestama BNPB, output yang ditargetkan sebanyak 28 lokasi. Itu tidak dikurangi, yang dikurangi adalah perjalanan dinas dan kegiatan  rapat.
  • Unsur pengarah ada 2 kelompok, profesional dan instansi Pemerintah. Kepala BNPB selaku ketua unsur pengarah. BNPB sudah memiliki komunikasi yang sangat baik dengan unsur pengarah untuk pembangunan kapasitas yang berbasis masyarakat.
  • Di tahun 2016, jika tidak terjadi bencana, maka daerah tersebut tidak mendapatkan dana reconstruction disaster. Bagi yang terjadi bencana, proposalnya dari daerah kemudian diverifikasi  untuk dipastikan sesuai dengan kewenangannya. Semuanya melalui mekanisme APBD. 
  • BNPB juga melakukan monitoring dan evaluasi dana hibah dengan ukuran yang melekat yang tidak dapat digunakan untuk kepentingan lain.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan