Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Penegakan HAM dan Kesejahteraan Buruh Migran - Audiensi Komisi 9 dengan Jaringan Buruh Migran dan Migrantcare

Tanggal Rapat: 17 Feb 2016, Ditulis Tanggal: 15 Jun 2021,
Komisi/AKD: Komisi 9 , Mitra Kerja: Migrantcare

Pada 17 Februari 2016, Komisi 9 DPR-RI mengadakan Audiensi dengan Jaringan Buruh Migran dan Migrantcare tentang penegakan HAM dan kesejahteraan Buruh Migran. Audiensi dipimpin dan dibuka oleh Siti Masrifah dari Fraksi PKB dapil Banten 3 pada pukul 14.30 WIB. (Ilustrasi: Eksbis Sindonews.com)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Jaringan Buruh Migran
  • Ada hal dimana ada biaya sebesar Rp7,5 juta untuk test bahasa Korea, dimana biaya Rp4 juta untuk biaya turun visa.
  • Pelajaran dari penempatan di banyak negara tanpa kualifikasi yang bisa menempatkan.
  • Peranan negara untuk menjamin zero cost menjadi semangat konstitusional.
  • Di Hongkong pemerintah menetapkan buruh migran hanya 1/10 gaji pertama.
  • Perekrutan sekalipun sudah ditangani pemerintah, tetapi swasta bisa jalan sendiri.
  • Tolong diperhatikan perekrutan crew kapal ikan yang tidak hanya kapal niaga.
  • Untuk mencari pekerjaan di dalam negeri itu sangat susah.
  • Jaringan Buruh Migran setuju jika ada badan yang tugasnya mengawasi serta melindungi.
  • Ada situasi dimana setelah para buruh gagal berangkat, tetapi biaya tidak dikembalikan.

Migrantcare
  • Seharusnya negara mampu menyediakan migrasi yang aman.
  • Jika pemerintah mau menghapus BNP2TKI, Migrantcare justru lebih ingin menghapus pihak swasta.
  • Migrantcare berharap UU PPILN akan memberikan dimensi baru.
  • Rekrutmen buruh migran oleh swasta hanya boleh mencharge 1 bulan.
  • Yang lebih relevan adalah konvensi PBB.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan