Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Permasalahan Sektor Agribisnis Pertanian-Audiensi Pimpinan DPR Fadli Zon dengan Mahasiswa Pascasarjana IPB

Tanggal Rapat: 21 Dec 2018, Ditulis Tanggal: 4 Jan 2019,
Komisi/AKD: Pimpinan DPR , Mitra Kerja: Institut Pertanian Bogor→Mahasiswa

Pada tanggal 21 November 2018, Fadli Zon selaku Wakil Ketua DPR di Bidang Politik dan Keamanan mengadakan audiensi dengan Mahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk membahas permasalahan sektor agribisnis pertanian di Indonesia.

Rapat audiensi dibuka dan dipimpin oleh Fadli Zon dari Fraksi Gerindra Dapil Jawa Barat 5 pada pukul 13.50 WIB. Rapat audiensi dinyatakan terbuka untuk umum.

Sebagai pengantar, Fadli Zon menyatakan bahwa mahasiswa-mahasiswa agribisnis memiliki posisi penting dalam pembangunan negara. Sebab, sektor pertanian merupakan sektor strategis penting yang harus diprioritaskan dalam mencapai pembangunan negara demi kesejahteraan rakyat. Indonesia sebagai negara agraris seharusnya bisa mengembangkan sektor pertaniannya dengan maksimal. Karena saat ini sektor pertanian menjadi penopang kedaulatan rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, sektor agribisnis Indonesia harus diperkuat dalam rangka menyambut Revolusi Industri 4.0.

Saat ini terdapat 260 Juta penduduk Indonesia yang perlu diberi makan setiap harinya. Disini lah peran sektor pertanian itu sangat dibutuhkan. Pertanian menjadi ladang penyumbang pangan bagi masyarakat. Namun, masalah-masalah pertanian seperti benih, pupuk, dan juga modal yang kurang, membuat kemajuan di sektor pertanian ini menjadi terhambat. Selain itu, masalah ketidak absahan data mengenai jumlah produksi dan konsumsi beras, serta lebih banyaknya impor yang dilakukan pemerintah juga turut menghambat produktivitas para petani yang ada. Oleh sebab itu, pemerintah perlu menaruh perhatian serius untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut.

Implementasi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan juga penting untuk
dilakukan, mengingat undang-undang ini menjadi peraturan pokok yang mengatur mengenai pemanfaatan lahan di Indonesia.

Dalam pengantar, Fadli Zon juga menyampaikan hasil studi bandingnya dengan Korea Selatan dalam hal revolusi. Ia menyatakan bahwa petani berusia 20 sampai 30 tahun di Korea Selatan sudah mampu menghasilkan jutaan dolar. Hal tersebut didapat karena Korea Selatan telah berhasil mengembangkan tiga jenis revolusi di dalam negaranya, yaitu Green Revolution, White Revolution, dan Knowledge Revolution. Ketiga jenis revolusi tersebut diterapkan Korea Selatan untuk mengembangkan sektor industri dan juga sektor pertaniannya. Fadli Zon juga mengharapkan agar Indonesia kelak bisa segera menerapkan revolusi baru agar bisa bersaing di Pasar Bebas Asean.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Institut Pertanian Bogor → Mahasiswa

Mahasiswa I

  • Riau menjadi daerah penyumbang devisa perkebunan terbanyak di Indonesia, tetapi pemerintahan
    saat ini justru mengurangi jumlah produksi sawit yang ada. Oleh sebab itu, Mahasiswa IPB ingin mengetahui bagaimana pandangan Fadli Zon dan solusi apa yang ditawarkan Fadli Zon selaku Wakil Ketua DPR untuk menangani masalah tersebut.
  • Mengenai Revolusi Industri 4.0, Mahasiswa tersebut juga menanyakan bagaimana persiapan
    yang dilakukan Fadli Zon dalam menyambut revolusi tersebut.

Mahasiswa II

  • Mahasiswa selanjutnya menyatakan bahwa saat ini banyak mahasiswa pertanian lulusan IPB yang tidak berkecimpung di dunia pertanian, lulusan pertanian IPB saat ini jutru lebih sering berkecimpung pada dunia perbankan. Oleh sebab itu, mahasiswa tersebut mengharapkan adanya solusi dari Fadli Zon untuk mendorong dan menggerakan agar lebih banyak mahasiswa lulusan pertanian yang bisa mengaplikasikan ilmunya di dalam dunia pertanian.

Mahasiswa III

  • Mahasiswa IPB yang ketiga berpendapat bahwa kebijakan otonomi daerah saat ini hanya sedikit
    yang pro terhadap program pertanian. Oleh sebab itu, mahasiswa IPB tersebutmenginginkan agar Fadli Zon dapat memberi solusi terkait permasalahan keberpihakan pada sektor pertanian.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

  • Gerindra / Fadli Zon

    Fadli Zon merespon ketiga pernyataan dan pertanyaan mahasiswa tersebut dengan baik. Ia menyetujui beberapa uraian yang disampaikan oleh para mahasiswa tersebut. Diantaranya, ia menyetujui pernyataan salah satu mahasiswa IPB yang menyatakan bahwa sawit merupakan penyumbang devisa terbesar saat ini. Fadli Zon menyatakan bahwa saat ini memang sedang marak kampanye anti sawit karena banyak yang menganggap sawit dapat merusak lingkungan. Fadli Zon beranggapan bahwa yang terpenting adalah bagaimana pemanfaatan sawit tersebut dapat menguntungkan rakyat. Fadli Zon juga berharap agar mahasiswa-mahasiswa pertanian dapat menyuarakan isu sawit ini kepada pemerintah.

    Mengenai masalah kesiapan menyambut Revolusi 4.0, Fadli Zon beranggapan bahwa saat ini
    Indonesia belum memiliki development strategy dan development policy yang memadai serta belum adanya roadmap yang jelas dari pemerintah. Selain itu, Fadli Zon juga menilai bahwa pembangunan infrastruktur
    yang memadai bukanlah suatu prestasi, hal tersebut merupakan kewajiban pemerintah. Seharusnya pembangunan infrastruktur juga bisa diimbangi dengan pembangunan sektor di bidang lain, khususnya sektor bidang pertanian. Apabila pemerintah cerdas dalam mengelola sektor pertanian, maka Indonesia tidak akan lagi mengimpor beras dari Vietnam. Indonesia akan mampu memproduksi dan mengelola bahan pangannya sendiri.

    Mengenai mahasiswa lulusan IPB yang tidak bekerja di sektor pertanian, Fadli Zon menyampaikan bahwa saat ini sudah banyak pengusaha swasta yang beralih ke sektor pertanian karena menganggap keuntungan yang dihasilkan dari sektor pertanian lebih besar. Potensi pertanian yang ada sangat besar, anggapan bahwa sektor pertanian hanyalah untuk rakyat kecil adalah salah.

    Fadli Zon mengharapkan agar pemerintah dapat membuat kebijakan di bidang pertanian yang seimbang antara pusat dan daerah. Ego sektoral pemerintah juga harus dibungkam demi tercapainya kesejahteraan rakyat.

Kesimpulan

Rapat ini tidak menghasilkan kesimpulan.

Penutup

Rapat Audiensi Wakil Ketua DPR Fadli Zon dengan Mahasiswa Pascasarjana IPB ditutup pada pukul 14.45 WIB oleh Fadli Zon.

Untuk membaca rangkaian livetweet audiensi Mahasiswa Pascasarjana IPB dengan Fadli Zon, kunjungi https://chirpstory.com/li/410578

Sumber Ilustrasi : depoknegeriku.blogspot.com

Wikidpr/frd

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan