Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Program Gotong Royong Atasi Stunting - Audiensi Komisi 9 dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia

Tanggal Rapat: 11 Feb 2019, Ditulis Tanggal: 2 Apr 2019,
Komisi/AKD: Komisi 9 , Mitra Kerja: Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia

Pada tanggal 11 Februari 2019, Komisi 9 DPR-RI mengadakan audiensi dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI) untuk membahas program gotong royong atasi stunting.

Rapat dibuka dan dipimpin oleh Dede Yusuf dari Fraksi Demokrat dapil Jawa Barat 2 pada pukul 11.19 WIB.

Rapat dinyatakan terbuka untuk umum.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia
  • ISMKMI ini merupakan suatu organisasi yang berisikan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (Hima), dan Senat Mahasiswa dari Mahasiswa Kesehatan seluruh Universitas di Indonesia. ISMKMI ini sudah berdiri sejak 24 Desember 1991 dan kini sudah berusia 27 tahun.
  • Para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi ISMKMI ini menggagas adanya Program Gotong Royong Atasi Stunting (Go-Rasting). Untuk itu, ISMKMI ingin meminta pengawalan dan pengawasan dari Komisi 9 DPR yang memang membidangin masalah kesehatan.
  • Program Go-Rasting merupakan Gerakan Millenial dalam upaya percepatan pencegahan stunting di Indonesia yang disandingkan dengan konsep Making Indonesia 4.0 dan sebagai bentuk pengabdian insan akademis kesehatan dalam mewujudkan generasi bangsa yang lebih berkualitas.
  • Rencana ISMKMI dalam program Go-Rasting adalah mendampingi ibu dan bayi pada 1000 hari pertama kehidupannya, dengan melibatkan satu mahasiswa untuk satu keluarga.
  • Adapun tujuan umum dari program Go-Rasting ini adalah membersamai pemerintah dalam upaya konvergensi pencegahan stunting. Sedangkan tujuan khususnya adalah memberikan tambahan tenaga pendampingan sasaran 1000 hari pertama kehidupan untuk KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) dari unsur Akademisi untuk mewujudkan Kawasan Tanpa Stunting (KTS) serta menjadi platform online database portofolio pencegahan stunting.
  • Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, ISMKMI juga membuat aplikasi konsultasi di bidang kesehatan yang sudah bisa diakses para pengguna smartphone. Aplikasi ini berguna untuk memberikan konsultasi kesehatan kepada masyarakat.
  • Pada tanggal 7 Maret 2019 ini, ISMKMI akan segera meyelenggarakan kegiatan musyawarah nasional untuk membahas isu-isu kesehatan. Sebelumnya ISMKMI juga telah mengadakan audiensi bersama dengan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya seperti dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kantor Staf Presiden (KSP). Oleh sebab itu, ISMKMI meminta agar Komisi 9 dapat memberi dukungan untuk program ini.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

  • Dede Yusuf menyampaikan bahwa saat ini Indonesia belum menjadi negara dengan tingkat kesehatan tinggi. Adapun lima negara dengan tingkat kesehatan tertinggi adalah Italia, Islandia, Swiss, Singapore, dan Australia.Kesehatan mereka di dapat dari adanya pola hidup yang sehat, pembentukan kawasan bebas merokok, serta pola makan yang sehat.

    Dede Yusuf menyatakan bahwa program yang direncanakan oleh ISMKMI ini sudah bagus sesuai dengan roadmap kesehatan nasional. Namun, pemahaman masyarakat Indonesia terhadap pola hidup sehat masih sangat kurang. Sebagaimana diketahui, penyakit yang mendominasi orang Indonesia antara lain adalah stroke, diabetes, dan lain-lain. Penyakit ini cenderung timbul akibat pola hidup yang tidak sehat. Oleh sebab itu, kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat ini menjadi tantangan bagi para stakeholders di bidang kesehatan untuk menegakannya.

    Dalam rapat, Dede Yusuf juga menyoroti masalah defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dede menyampaikan bahwa salah stau faktor penyebab defisitnya BPJS adalah jumlah pasien rumah sakit yang terus membludak. Seringkali masyarakat tidak takut untuk sakit karena mereka menganggap bahwa kesehatan mereka akan ditanggung oleh BPJS. Hal ini sangat berbeda dengan zama dulu, dimana masyarakat benar-benar menjaga kesehatannya agar tidak ahrus ke rumah sakit dan mengeluarkan biaya yang besar. Dede Yusuf menginginkan agar sosiliasasi mengenai masalah kesehatan ini dapat benar-benar digencarkan, pemerintah harus menjalankan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) secara optimal demi meningkatkan tingka kesehatan Indonesia. Dede Yusuf juga berharap agar para Sarjana Kesehatan Masyarakat yang ada ini dapat memberikan akses pelayanan kesehatan di tingkat desa. Sebab, masalah distribusi pelayanan kesehatan di desa-desa ini masih belum merata. DPR sendiri juga akan menghimbau agar anggaran yang ada di Kemenkes dapat dioptimalkan untuk upaya preventif promotif di bidang kesehatan. Selain itu, DPR juga akan menghimbau agar setiap dokter atau pelayanan kesehatan dapat ditempatkan sesuai dengan keahliannya.

    Mengenai perokok, Dede beranggapan bahwa masyarakat Indonesia lebih rela menghabiskan uangnya untuk membeli rokok dibanding dengan membayar jaminan kesehatan. Untuk itu, diperlukan sosialisasi dan program khusus untuk mengatasi hal tersebut. DPR sendiri berupaya untuk menaikan cukai rokok sejumlah dua kali lipat. Namun, proses menaikan cukai rokok ini juga memakan waktu yang panjang, sehingga realisasinya tidak dapat berjalan dengan cepat.

    Sebagai penutup, Dede mengatakan bahwa hasil diskusi ini akan disampaikan pada rapat kerja dengan Kemenkes agar Kemenkes dapat segera mengalokasikan anggarannya untuk program preventif promotif di bidang kesehatan, terutama untuk masalah stunting.

Respons Mitra

Berikut merupakan respons mitra terhadap pemantauan rapat:

Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia
  • Permasalahan stunting di Jawa Barat ini masih cukup tinggi, terutama di wilayah Tasikmalaya Selatan dan Timur, hal ini disebabkan oleh kurangnya perhatian pemerintah dalam mengawal kelahiran dan pertumbuhan bayi.
  • Mengenai tenaga kesehatan, saat ini kondisi tenaga kesehatan yang ada belum menyebar secara rata di seluruh daerah. Untuk itu, pengaturan mengenai tupoksi tenaga kesehatan dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2014 tentang Kesehatan perlu diperketat kembali. Pelayan kesehatan harus ditempatkan sesuai dengan kompetensinya masing-masing.
  • Di Sulawesi Selatan sendiri, terdapat beberapa daerah dengan tingkat stunting yang tinggi. ISMKMI berharap agar Pemerintah Daerah dapat memfokuskan perhatianya pada hal ini.
  • Berhasilnya pembangunan nasional ini tidak terlepas dari pembangunan kesehatan yang melibatkan seluruh kompenen bangsa. Oleh sebab itu, perhatian terhadap isu kesehatan dan pemberian pelayanan kesehatan harus mendapat pengawalan yang maksimal.

Kesimpulan

Audiensi ini tidak menghasilkan kesimpulan.

Penutup

Audiensi Komisi 9 dengan ISMKMI ditutup oleh Dede Yusuf pada pukul 12.25 WIB. Untuk membaca rangkaian livetweet Audiensi Komisi 9 dengan ISMKMI , kunjungi https://chirpstory.com/li41814.

Sumber Ilustrasi : Lampungpost.com

WikiDPR/Frd

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan