Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 Tahun 2017 — Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo bersama DPR-RI dan DPD-RI

Tanggal Rapat: 16 Aug 2017, Ditulis Tanggal: 4 Jun 2021,
Komisi/AKD: Paripurna , Mitra Kerja: Ketua DPD-RI

Pada 16 Agustus 2016, Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan bersama DPR-RI dan DPR-RI dalam rangka Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 Tahun 2017. Pidato ini dimulai pada pukul 10.40 WIB dan terbuka untuk umum. (Ilustrasi : nawacita.co)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Presiden Jokowi Dodo
  • Atas karunia Allah SWT, kita bisa melakukan sidang bersama untuk memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.
  • Kita ini adalah bangsa yang besar. Indonesia ini adalah bangsa yang besar.
  • Indonesia adalah negara yang besar karena bangsa Indonesia ini bisa tetap kokoh bersatu hingga usia 72 tahun.
  • Kita menjadi rujukan oleh negara lain dalam mengelola kebhinekaan.
  • Kita harus bangga dan percaya diri untuk menghadapi masa depan dengan bangsa Indonesia.
  • Kita harus tinggalkan budaya saling mencela dan menghina karena kita adalah saudara setanah air.
  • Kita harus brdiri bersama-sama untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.
  • Kita harus membangun pondasi kultural yang kuat. Hanya bangsa yang kuat yang memenangi persaingan global.
  • Sebagai bangsa yang besar dan penduduk muslim terbesar denga 17.000 pulau, Indonesia harus percaya diri meraih kejayaan.
  • Bank-bank nasional kita mampu bersaing dan menjadi Bank-bank yang besar dan modern.
  • Kita memiliki kekuatan luar biasa pada anak muda kreatif kita yang banyak berprestasi di berbagai bidang.
  • Masih banyak janji kemerdekaan yang harus kita tunaikan, tidak mungkin Indonesia maju apabila rumah-rumah rakyat kecil tidak dialiri listrik. Akan tetapi, kita jangan terlalu berbesar hati karena masih banyak janji kemerdekaan yang harus kita tunaikan.
  • Tidak mungkin kita menjadi poros maritim jika kita tidak memiliki pelabuhan untuk kapal-kapal besar bersandar.
  • Kita harus berubah dan harus menyelesaikan masalah secara tegas.
  • Kita harus menyelesaikan permasalahan negara ini dengan cepat.
  • Kita harus berani melawan pencurian sumber daya laut, menangkap kapal ilegal yang mencuri kekayaan laut kita.
  • Kita tegas membubarkan petral dan melawan narkoba.
  • Kita juga harus tegas dalam menghadapi kapitalisme yang merusak bangsa Indonesia.
  • Kita berani bersikap tegas karena kita berpegangan pada Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan berideologi Pancasila.
  • Pancasila adalah pemersatu kita semua yang harus kita hayati dan amalkan bersama.
  • Pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan nasional.
  • Kita ingin seluruh rakyat bahkan sampai ke pelosok agar bisa memperoleh manfaat pembangunan.
  • Kita ingin para petani, nelayan, guru, ulama, mahasiswa dan lain-lain untuk maju bersama.
  • Kita juga tidak ingin kesejahteraan hanya dinikmati oleh segelintir/sekelompok orang saja.
  • Dalam 3 tahun terakhir ini, Pemerintah terus mengupayakan untuk menekan angka kemisikinan di Indonesia.
  • Pemerinth bisa mengurangi kemiskinan dari 28.59 juta orang mnjadi 27.7 juta orang pada 2017.
  • Inflasi bisa turun 2.7% sejak januari 2017 bahkan tingkat inflasi pada puasa hanya 0.39%.
  • Kita ingin rakyat yang berada di perbatasan bangga dengan hasil kerja kami.
  • TNI dan Polri harus kita perkuat karena ancaman yang timbul makin kompleks.
  • Pemerintah berterima kasih karena selalu setia kepada NKRI. Selalu siap siaga menjaga kedaulatan NKRI.
  • Ancama keamanan bukan hanya muncul dari negara lain, tetapi juga kejahatan transnasional lainnya.
  • Sebagai pentup pidato kenegaraan ini, Presiden mengajak kalian semua yang memegang kepercayaan rakyat ini untuk mengedepankan keadilan sosial.

Ketua DPD-RI
  • DPD-RI megucapkan selamat ulang tahun proklamasi.
  • Dengan Pancasila, kita teguhkan kembali nilai-nilai gotong royong.
  • Kita harus menegakkan komitmen bangsa karena kita menghadapi tantangan besar dengan resiko perpecahan rakyat.
  • Tugas konstitusional DPD-RI & DPR-RI menjadi "telinga rakyat".
  • Jika Anggota DPR-RI menyuarakan kepentingan rakyat, maka DPD-RI menyuarakan kepentingan daerah.
  • Sidang berama ini adalah momentum yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
  • Rakyat mulai hidup karena pembangunan infrastruktur sudah mulai merata.
  • Kita harus mencermati masalah mendasar yang kita hadapi bersama, yaitu kesenjangan ekonomi dan kesenjangan sosial.
  • Kita sebagian besar telah merasakan hasil nyata yang dikerjakan oleh Presiden.
  • Orang-orang di daerah, petani karet dan nelayan telah merasakan pembangunan.
  • DPD-RI ingin memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kawasan perbatasan yang menjadi garda terdepan dan cerminan kedaulatan rakyat.
  • DPD-RI berharap kedepan tidak ada lagi sejengkal tanah yang lepas dari bumi pertiwi.
  • DPD-RI berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada pembangunan di daerah.
  • Penyaluran dana desa sudah mencapai Rp.127 Triliun dan DPD-RI meminta kepada pemerintah untuk melakukan pengawasan.
  • DPD-RI mendukung sikap Presiden yang membuat terobosan dalam pengelolaan hutan.
  • DPD-RI berharap pemerintah dan pemerintah daerah segera tata ulang peraturan izin UMKM.
  • DPD-RI mendesak penyelesaian pembahasan RUU Perkoperasian.
  • DPD-RI memahami upaya untuk mengurangi kesenjangan ekonomi memerlukan biaya yang besar.
  • DPD-RI mendorong sumber-sumber pembiayaan domestik tanpa harus mengundang kontroversi di masyarakat.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan