Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Evaluasi Kinerja – RDP Komisi 11 dengan Direktur Utama BNI

Komisi/AKD: Komisi 11, Tanggal Rapat: 10/Sep/2015,  Ditulis Tanggal: 07/Aug/2017

Mitra Kerja: Direktur Utama BNI Evaluasi Kinerja – RDP Komisi 11 dengan Direktur Utama BNI

Pada 10 September 2015, Komisi 11 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama BNI dalam pembahasan mengenai evaluasi kinerja. RDP dibuka oleh Jon Efrizal dari Fraksi PAN dapil Riau 1. Jon membuka rapat dengan memberikan gambaran bahwa kegiatan aktivitas ekonomi sulit bergerak karena perbankan yang pasif. Menurutnya harus ada kebijakan ekonomi agar roda perekonomian masyarakat bergerak. RDP dimulai dengan pemantik dari Jon yang mempertanyakan mengapa BNI (Bank Negara Indonesia) Syariah melemah.

 

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra :

Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni

  • Visi BNI adalah menjadi lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja.
  • Misi BNI adalah memberikan layanan prima dan menjadi acuan sebagai tata kelola yang baik pada industri.
  • DPK BNI tumbuh sebesar 327,2 di Juni 2015.
  • Laba bersih mengalami penurunan 50,8% selama 1 semester di 2015.
  • Return on Asset turun jadi 1,3%.
  • Perbandingan antara cadangan dan MPL menaiki kenaikan jadi 138,6%.
  • Kenaikan NPL menyebabkan laba BNI menurun.
  • Pertumbuhan yang paling tinggi merupakan kredit segmen menengah, selanjutnya segmen BUMN.
  • KPR tumbuh sebesar 1,2%.
  • BNI Syariah sedang dalam pertumbuhan, kami tidak mengabaikan kualitas.
  • Kredit Korporasi paling dominan di manufacturing sekitar 30,3%.
  • Sektor konstruksi memiliki pertumbuhan paling tinggi yaitu 53,1%.
  • Pertumbuhan kredit menengah kecil paling besar di sektor listrik dan lain-lain 41,7%.
  • Dana pihak ketiga pada tabungan tumbuh 11,7%.
  • Deposito turun merupakan strategi BNI, karena fokus pada giro dan tabungan.
  • Dana pihak ketiga kami pada posisi rupiah 83% daripada total dana.
  • Kinerja ATM meningkat pada Juni 201 jadi 25,9% 14,1 juta user.
  • Penggunaan internet banking Rp7 Juta dengan jumlah transaksi Rp116 Juta, meningkat 33%.
  • Jumlah remiten juni 2015 u/incoming transfer turun US$16 Miliar.
  • Jumlah slip incoming transfer jadi Rp1.803.000 di Juni 2015.
  • Incoming transfer TKI Rp1.830.000 slip dengan total volume 213%.
  • Hingga saat ini kantor BNI ada sebanyak 1784 buah.
  • BNI punya 6 cabang diluar negeri, yang pertama di Singapura.
  • Untuk nasabah KPR berjumlah 160487 pada 2015.
  • Kinerja sahan BNI bulan juni 2015 naik jadi Rp5.300.
  • Kontribusi BNI terhadap pemerintah adalah meningkatnya pembayaran pajak yang dibayar.
  • BNI mendukung program pemerintah pada penyaluran kredit pada infrastruktur dengan total Rp110 Triliun.
  • Kredit infrastruktur terdiri dari Telekomunikasi, Minyak dan Gas, Pembangkit Listrik dan Transportasi.
  • BNI diberikan target KUR sebesar Rp3,2 Trilyun pada 2015 dengan KUR TKI Rp200 Miliar.
  • BNI memberikan bedah rumah pada veteran dan sanitasi ke beberapa daerah.
  • Pertumbuhan ekonomi diperkirakan 55%. Target kami 2015 kredit tumbuh 16-18% dan aset 13-14%.
  • BNI akan meningkatkan bisnis UMKM (Usaha Mikro dan Kecil Menengah).
  • Untuk dana ketiga kami akan mengoptimalisasikan transaksi nasabah dengan transaksi elektronik.
  • Highlight kinerja kami tahun 2015 ada perlambatan ekonomi, kami tumbuh 20% dari Juni 2014-2015.
  • Year to date kami tumbuh sebesar 12,10% dari Desember 2014-Juni 2015.
  • Return on equity sebesar 10,10%.
  • Average growth kami masih 32,1%.
  • Pertumbuhan aset perbankan secara nasional growth Islamic banking turun sebesar 12,41%.
  • Pembiayaan growth Islamic banking 2014 turun 8,26%.
  • BNI Syariah secara pertumbuhan aset 32%. Pembiayaan average 43% pada BNI Syariah. Biaya pihak ketiga 33%.
  • Perkembangan dana haji 3,4 Trilyun Rupiah. Dengan 26.863 Jamaah.
  • BNI mempunyai kartu debit yang dapat digunakan di tanah suci, sehingga cost of licing dimasukan debit.
  • Khasanah Card sudah berjalan dan dipasarkan jajaran BNI.
  • Saat ini 12.000 penabung telah menabung di BNI Syariah Hongkong.
  • Rencana kerja 2016 mematok growth asset kami 19,8%.
  • Tahun 2016 mengharapkan growth dana ketiga sebesar 15,7%.
  • MPF Perbankan syariah 2,5%.
  • BNI masih berhasil melakukan pembiayaan rumah pertama tanpa hapus buku.

 

Pemantauan Rapat

Berikut respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi PDI-P: Michael Jeno dari Kalimantan Barat. Jeno menginginkan sektor finansial tidak hanya masuk di perkebunan besar saja. Jeno ingin mendorong sektor pertanian terkait ketahanan pangan. Jeno mempertanyakan industri potensi emiten sebesar apa kepada BNI (Bank Negara Indonesia). Kemudian, Jeno menyesali bahwa BNI hanya bisa memberikan pelayanan SMS Banking, dan tidak seperti Bank yang lain.

Oleh Maruarar Sirait dari Jawa Barat 9. Maruarar mempertanyakan apakah ada terobosan agar serapan KUR (Kredit Usaha Rakyat) lebih tinggi. Lalu, Maruarar juga mempertanyakan peran CSR BNI di tempat yang banyak terjadinya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) agar tepat sasaran.

Oleh Andreas Susetyo dari Jawa Timur 5. Andreas mempertanyakan mengenai rencana bisnis bank 2015. Andreas memaparkan bahwa pertambangan saat ini minus tetapi kredit milik BNI (Bank Negara Indonesia) bertambah. Andreas menghimbau agar BNI selalu ber hati-hati

Fraksi Golkar: Aditya Moha dari Sulawesi Utara. Aditya menanyakan strategi BNI (Bank Negara Indonesia) dalam menghadapi MEA. Aditya menjelaskan bahwa selama ini di masyarakat banyak isu yang berkembang mengenai pengembangan kembali BNI dengan Mandiri, selain itu Aditya pun menanyakan mengenai sinergisitas antar stakeholder.

Fraksi Gerindra: Haerul Saleh dari Sulawesi Tenggara. Haerul mempertanyakan siapa yang akan membeli barang industri yang dibiayai oleh perbankan. Haerul juga meminta penjelasan mengenai pricing di BNI (Bank Negara Indonesia). Kemudian, Haerul juga mempertanyakan indikator apa yang menjadikan BNI pemenang tender pengadaan alusista.

Oleh Soepriyatno dari Jawa Timur 2. Soepriyatno memperkirakan bahwa pedagang pasar butuh KUR (Kredit Usaha Rakyat). Soepriyatno mengatakan pasar-pasar tradisional saat ini lebih perlu memerlukan bantuan dibandingkan dengan pasar besar seperti Carrefour, lottemart, dan lain-lain.

Oleh Willgo Zainar dari NTB. Willgo menjelaskan bahwa sistem BNI (Bank Negara Indonesia) Kredit Elektronik masih aktif bekerja hingga sekarang, selain itu Wilgo mempertanyakan mengenai keterdapatan kendala dalam proses KUR (Kredit Usaha Rakyat) hingga sampai ke tangan rakyat.

Fraksi Demokrat: Rudi Hartono dari Sumatera Utara 3. Rudi mempertanyakan berapa besar danaKUR (Kredit Usaha Rakyat)/UMKM (Usaha Mikro dan Kecil Menengah) yang disalurkan ke rakyat dan siapa skala prioritas pendapat KUR di Indonesia. Rudi juga mempertanyakan mengenai CSR BNI yang menurutnya tidak dipaparkan pada RDP kali ini oleh Dirut BNI.

Fraksi PAN: Jon Efrizal dari Riau 1. Jon memaparkan bahwa paparan dari Bank BNI Syariah banyak hal yang menarik namun informasi mengenai KUR tidak menyenangkan. Jon juga meminta roadmap 5 tahun ke depan. Jon mempertanyakan alasan BNI membuka cabang di singapura.

Fraksi PKB: Anna Mu’awanah dari Jawa Timur 9. Anna mengatakan bahwa era perbankan tidak berjaya seperti dahulu karena BUMN diatur oleh peraturan yang ketat sementara persaingan masih berlanjut. Anna mengatakan kepada BNI bahwa kalau ada keluhan mengenai regulasi untuk memberikan pandangan ke DPR.

Fraksi PPP: Dony Ahmad Munir dari Jawa Barat 9. Dony mengatakan alangkah baiknya jika BNI menyantumkan target 2015 juga sebagai indikator. Dony optimis krisis ekonomi pasti berlalu, namun Dony mempertanyakan kapan waktunya hal itu akan berlalu. Kemudian Dony memberikan pertanyaan kepada Dirut BNI mengenai sektor mana yang menaikan MPL di BNI, bagaimana BNI menghadapi kredit macet, dan Dony mempertanyakan bagaimana kebijakan lanjutan program CSR BNI.

Fraksi Nasdem: Donny Imam Priambodo dari Jawa Tengah 3. Donny mempertanyakan resiko apa yang sudah dipersiapkan BNI untuk menghadapi intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Donny menanyakan sudah seberapa baik kah kinerja para pengusaha yang telah dibiayai oleh BNI, selain itu Donny juga mempertanyakan bagaimana BNI melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia. ia menyatakan ada perbedaan signifikan antara bank konvensional dan bank syariah.

 

Respon Mitra

Berikut adalah respon mitra terhadapr pemantauan rapat:

  • BNI melihat pertumbuhan ekonomi di tahun kedua ini dibawah 5%, dengan kondisi seperti ini kami melakukan ekspansi kredit. Kedepannya akan memajukan kredit lebih tinggi lagi.
  • Saat ini BNI belum mamppu masuk ke Smelter.
  • BNI membentuk unit khusus menangani kredit bermasalah. Ini langsung ditangani oleh Vice President Security Executive.
  • Kredit yang disalurkan jumlahnya 28%. Secara absolut 43,3 Trilyun segmen menengah.
  • Jumlah debitur UMKM sebanyak 37.344.
  • Dalam gejolak kurs dibentuk rapid response team.
  • Laba paling minim BNI Rp633 Triliun Anggaran yang kami bentuk bina lingkungan Rp110 Miliar rupiah.
  • Alasan KUR relative rendah karena tenaga kerja tidak cukup.
  • BNI memiliki beberapa cabang di luar negeri. Korea sangat menyambut hangat sekali dengan izin full branch.

 

Kesimpulan Rapat

Komisi 11 meminta BNI dan BNI Syariah agar bisa menentukan positioning dalam menghadapai MEA. Dalam meningkatkan penerimaan Negara, komisi 11 akan mengundang Menteri Keuangan serta Menteri BUMN bersama Bank-Bank BUMN terkait pembahasan peningkatan penerimaan Negara dari sektor deviden. Komisi 11 memahami BNI masih dalam kondisi yang stabil, dan meminta BNI dan BNI Syariah untuk lebih berhati-hati menghadapi kondisi perekonomian terkini.

 

Penutup

Rapat Dengar Pendapat Komisi 11 dengan Direktur Utama BNI membahas evaluasi kinerja ditutup pada pukul 18:06 WIB oleh Jon Erizal dari fraksi PAN dapil Riau 1. Untuk membaca rangkaian livetweet, RDP Komisi 11 dengan Dirut BNI, kunjungi https://chirpstory.com/li/284791.

 

wikidpr/ra/aca-rhs

Ilustrasi: ekbis.sindonews.com