Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Kinerja Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah — Komisi 11 DPR-RI Rapat Dengar Pendapat dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Tanggal Rapat: 29 Mar 2017, Ditulis Tanggal: 29 Nov 2020,
Komisi/AKD: Komisi 11 , Mitra Kerja: Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP)

Pada 29 Maret 2017, Komisi 11 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mengenai Kinerja Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Rapat ini dibuka dan dipimpin oleh Hafiszh Tohir dari Fraksi Partai Amanat Nasional dapil Sumatera Selatan 1 pada pukul 10:50 WIB dan dinyatakan terbuka untuk umum. (Ilustrasi : money.kompas.com)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP)
  • Pagu awal sekitar 100 Miliar, dipotong hingga 40 Miliar.
  • Diantara 635 yang sudah terstandarisasi setengahnya, yang lainnya masih proses.
  • Dari 635 laporan yang tersebar yang sudah terstandarisasi denga baik sekitar 400.
  • Nilai transaksi dari tahun ke tahun meningkat.
  • Tahun 2016 total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 305 Triliun. Terjadi penghematan sebesar 10%.
  • Capaian kinerja 22 provinsi sudah terlayani oleh cloud data center.
  • Ketika Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangJasa (LKPP) dibentuk tahun 2008 ada penghematan anggaran.
  • Ada 589 Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang sudah tersebar di 34 provinsi.
  • 22 provinsi sudah terlayani denga cloud data center. Penyedia telah terkualifikasi di aplikasi SIKAP sebanyak 85.478.
  • Tahun 2016 terselenggara 1.108 ujian sertifikasi .
  • Ada Peraturan Gubernur untuk mengesekusi barang desa.
  • Ada 314 Peraturan Bupati tentang Penerima Bantuan Iuran (PBI) data telah disusun, sementara 120 kabupaten/kota lain mengikuti peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangJasa (LKPP).
  • Ada 38 pendampingan pelaksanaan.
  • Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangJasa (LKPP) mempunyai aplikasi yang bernama SIRUP. Yang menayangkan untuk masyarakat diberi tahu tentang penyediaan barang.
  • E-katalog adalah produk Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangJasa (LKPP) dengan tujuannya mendekatkan mekanisme ke pasar.
  • Dahulu primadona penjualan itu dengan lelang, tetapi sekarang sudah ditinggalkan.
  • Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangJasa (LKPP) memiliki e-katalog,hal tersebut merupakan seperti online shop, tetapi untuk Pemerintah.
  • Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangJasa (LKPP) juga membantu Presiden untuk SISMON TEPRA yang diketuai oleh Menteri Keuangan.
  • Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangJasa (LKPP) mendapat alokasi 213 Miliar dan progra kerja Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangJasa (LKPP) tetap ada tiga.
  • Harapan Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangJasa (LKPP) di seluruh provinsi sudah dilayani oleh cloud data center.
  • Dahulu perbaikan gedung Sekolah Dasar (SD) satu-satu dilelang, sedangkan sekarang dikonsolidasikan.
  • Aturan pengadaan yang sekarang sebentar lagi akan direvisi dan akan diberlakukan tahun 2018, Presiden sudah setuju.
  • Sepanjang 2017, Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangJasa (LKPP) akan mensosialisasikan materi Peraturan Presiden.
  • Presiden ingin produk sampai 1 Juta, tetapi Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangJasa (LKPP) ingin bertahap.
  • Lembaga Kebijakan Pengadaan BarangJasa (LKPP) melakukan pengembangan layananan penyelesaian sengketa.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan