Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Laporan Kinerja Agus Martowardojo Memimpin BI Periode 2013-2018

Komisi/AKD: Komisi 11, Tanggal Rapat: 22/May/2018,  Ditulis Tanggal: 07/Aug/2018

Mitra Kerja: Bank Indonesia Laporan Kinerja Agus Martowardojo Memimpin BI Periode 2013-2018

22 Mei 2018, Komisi 11 DPR-RI mengadakan Rapat Kerja (Raker) dengan Gubernur Bank Indonesia (Gub BI) yang membahas laporan Gubernur BI periode 2013-2018 dibawah kepemimpinan Agus Martowardojo yang masa jabatannya akan habis dan diganti oleh Perry W serta untuk mengonfirmasi apa yang BI akan lakukan melihat nilai tukar rupiah yang saat ini sudah mencapai Rp 14.000-14.200. Rapat dipimpin dan dibuka oleh A. Hafisz dari Fraksi PAN dapil Sumatera Selatan 1 pada pukul 11:05 WIB. Rapat dihadiri oleh 18 anggota dari 8 fraksi.

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan Agus Martowardojo, Gub BI:

Awal 2013 ketika Agus Marto baru menjabat sebagai Gub BI saat itu Indonesia menghadapi situasi yang sulit karena Amerika akan menerapkan kebijakan moneter. Tantangan muncul dari reformasi ekonomi digital sehingga akan ada pengurangan lapangan kerja. Tantangan lainnya adalah defisit neraca berjalan yang pada tahun 2013 dan 2014 mencapai 4%. Agus bertekad BI tidak boleh menjadi bank yang biasa-biasa saja karena sebagai bank sentral di Indonesia BI harus menjadi bank yang dihormati di regional. Agus memiliki 30 program strategis untuk diterapkan di BI dan akan menjalakan program itu dengan baik dan dengan nilai-nilai strategis.

Prioritas utama untuk transformasi difokuskan pada tata kelola government. Upaya penguatan kerangka kebijakan moneter dengan dilakukan BI 7 days rate yang sebelumnya BI rate. Agus juga mengeluarkan peraturan kehati-hatianan pengelolaan hutang luar negeri bagi korporasi non bank. BI juga harus berhati-hati memakai uang dari pinjaman bank luar negeri. BI juga melakukan pengawasan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Pemerintah juga membangun tim pengendali pangan strategis sehingga tahu harga pangan per hari. Presiden dalam 5 tahun terakhir selalu membahas inflasi ini, paling tidak 4 jam untuk membahas hal tersebut. BI menerbitkan ketentuan untuk mendukung pendalaman pasar keuangan, contohnya mengaktifkan financial paper, dan lain-lain. BI saat ini mengambil sistem untuk gali informasi menggunakan big data di nasional maupun regional untuk ambil keputusan.

Agus juga membangun ratio yang baik dengan membangun sistematik risk serta melakukan pengawasan moneter. Dibawah kepepimpinan Agus,BI telah meningkatkan lebih dari 60 kantor kas titipan. BI merapihkan pengadaan bahan uang yang dilakukan dengan prinsip akuntabilitas tinggi. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah bantuan sosial, itu akan dilakukan non tunai. Indonesia sudah banyak memiliki gerbang jalan tol non tunai dan itu bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik. BI juga telah melakukan vintage sand box, dan BI juga sudah menjalankan amanat bapak ibu DPR perihal mata uang. BI sudah jalankan amanat bapak ibu tahun 2011 tentang penggunaan mata uang rupiah di dalam negeri, hal ini membuat permintaan dolar menurun.

Sebagaimana yang Agus janjikan pada saat ditunjuk sebagai Gubernur BI, Agus telah mengembangkan ekonomi keuangan syariah dengan mengembankan bank syariah. Ekonomi syariah itu bukan eksklusif tapi inklusif dan bisa digunakan semua umat di Indonesia. Jadi BI sambut dengan baik pak presiden yang mau membuka acara pengembangan ekonomi syariah. Secara berturut-turut selama 2 tahun BI menjadi chairman di acara international tentang ekonomi syariah. Agus melaporkan bahwa Indonesia sekarang sudah sama tingginya seperti tahun 1997 dan 1998 bahkan lebih baik 1 not dari investment grade terendah. BI betul-betul mengembangkan base practice. Implementasi manajemen kinerja itu pelaksanaan informant dialogue. Agus membentuk BI institute untuk pembelajaran tentang BI yang menggunakan prinsip-prinsip base practice.

Reformasi kebijakan moneter yang  diterapkan bisa membuat membaik. BI sudah meluncurkan uang baru, 7 uang kertas dan 2 uang logam. BI harap bank Indonesia bisa hadir di negara tetangga melalui ABIF yang UU-nya sudah disahkan bapak-ibu yaitu RUU AFAS. Peningkatan kerjasama di forum-forum internal, BI juga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dan memperbaiki governmance BI. Di akhir penyampaian Agus sampaikan terima kasih dapat bertemu bapak-ibu yang terhormat. Kehormatan Agus bisa berkomunikasi dengan penuh keseriusan dengan lembaga bapak-ibu Komisi 11. Agus tidak pernah bosan mengatakan komisi 11 adalah lembaga yang terhormat dan senantiasa mengawal penerimaan negara. Agus sudah terima laporan keuangan dari BPK selama 15 tahun terakhir BI dapat WTP dan dapat apresiasi dari Kemenkeu sebagai wajib pajak patuh. Terima kasih bapak-ibu menyetujui Gubernur pengganti Agus yaitu Pak Ferry secara tepat waktu.

Kalau melihat dari awal ketika Indonesia baru merdeka rupiah bernilai setengahnya. Tahun 1965 pernah Rp 1.000 jadi Rp 1. Indonesia sejak 2012 transaksi berjalan defisit terus. Defisit ini akan membuat rupiah cenderung melemah. Kalau menurut Agus, reformasi harus dilakukan yaitu di sektor –riil. Indonesia harus ekspor tapi bukan bahan mentah dan jangan tergantung bahan yang impor. Indonesia harus memperbaiki infrastruktur (ini sudah dijalankan), SDM, kelembagaan dan inovasi. Kalau ini semua dijalankan maka pertumbuhan kita bisa 6%.

Perbaikan di pasar modal harus dilakukan. Investor asing kalau beli surat utang itu surat utang negara tidak mau beli surat utang korporasi karena banyak korporasi tidak bayar dan tidak ada penegakan hukum. Agus setuju tentang net interest margin. Yang paling tinggi di dunia yaitu di Indonesia. Net interest margin yang 5% itu idealnya 2,5%. Kami harap BI di UU-nya bisa mengawasi makro prudential. Menurut tujuan BI tetap sama menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan jangan diperluas. Memang transaksi negara berjalan defisit, maka nilai tukar rupiah tertekan. Rupiah harus bisa diperkuat secara fundamental ekonomi. Net interest margin Indonesia diharapkan rendah.

Terima kasih atas apresiasi pengendalian TPID. Sekarang daerah sudah mengerti pejabat yang tidak bisa kendalikan inflasi jangan dipilih. BI tidak ada target nilai tukar rupiah tertentu karena BI mandatnya menjaga kestabilan nilai tukar. Kalau mau memperkuat rupiah Indonesia  harus menjadi negara ekspor. Indonesia pernah dianggap 5 negara lemah. Dana Indonesia yang dipegang investor asing ada 800 triliun lebih. Ini kalau 80% dana pulang ke negaranya akan berdampak ke ekonomi Indonesia. Terima kasih bapak ibu  Komisi 11 di waktu padat habis reses menyiapkan waktu untuk rapat.

 

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respons anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi PDI Perjuangan: Hendrawan Supratikno dari Jawa Tengah 10. Hendrawan mengatakan Pak Agus ini sedikit orang Indonesia yang memiliki pengalaman lengkap karena sebelumnya jadi pelaku perbankan. Hendrawan mengatakan, DBS Singapura berdiri tahun 1968 dan sekarang asetnya 60 kali lebih banyak dari Bank Mandiri. Hendrawan berkata, ketika BI meluncurkan 5 program transformasi, para pengamat pasar menilai BI sibuk dengan dirinya sendiri. Hendrawan berpendapat, struktur industri Indonesia belum kuat, perbankan di Indonesia belum rasional, contohnya penilaian time of money. Hendrawan berkata, Indonesia mengeluarkan UU liberalisasi perbankan tapi bank kita belum siap keluar lebih nyaman di dalam. Hendrawan berpendapat, rupiah melemah ini bukan kesalahan Pak Agus, ini kan defisit perdagangan berjalan, penurunan nilai rupiah karena kinerja ekspor serta penurunan harga komoditi yang menukik.

Eva Kusuma Sundari dari Jawa Timur 6. Terkait penerbitan mata uang baru, Eva berharap segera  ada batas waktu uang lama ditarik karena ini tahun politik, kalau cepat ditarik makin bagus.

Indah Kurnia dari Jawa Timur 1. Indah  mengucapkan  terima kasih dan apresiasi yang luar biasa karena skill Pak Agus dan usaha yang tidak pernah kenal lelah membangun BI yang kredibel.

Andreas Eddy Susetyo dari Jawa Timur 5 Andreas melihat konsistensi yang dilakukan Pak Agus yang terlihat dari terobosan yang dilakukan. Andreas berpendapat, Pak Agus ini bertangan dingin. Andreas juga mengatakan masalah penanganan inflasi dengan TPID ini langkah strategis karena pengaruh inflasi ada pihak pemerintah pusat dan daerah dan komisi 11 ini mengurusi kebijakan moneter dan fiskal. Andreas berkata, problem utama Indonesia  adalah defisit neraca pembayaran yang sejak 2012, pasar keuangan belum dalam dan maju. Andreas berkata, ketika tax amnesty diharapkan dapat mengembalikan dana itu ke Indonesia tapi target itu belum sepenuhnya. Andreas berkata, independensi BI harusnya bisa jadi faktor pembawa dan melahirkan pemikiran yang bisa keluar dari siklus yang berulang, ternyata fundamental ekonomi kita yang baik belum bisa hadapi tekanan eksternal.

Fraksi Golkar: Melchias Marcus Mekeng dari Nusa Tenggara Timur 1. Mekeng mengatakan, jangan nanti kalau Pak Agus sudah tidak jadi Gubernur BI  Komisi 11 undang gak mau datang lagi. Mekeng berharap, Gubernur BI. Pak Agus, mau diundang komisi 11 untuk beri masukan seperti UU. Mekeng mengatakan, posisi dolar itu susah turun karena posisi demand lebih banyak. Mekeng berpendapat, harusnya ada aturan debitur yang pinjam dolar harus kembali ke rupiah agar likuidutas terjaga. Mekeng berharap BI ke depan memikirkan Likuiditas dolar bukan hanya intervensi rupiah.

Mukhamad Misbakhun dari Jawa Timur 2. Misbakhun mengucapkan terima kasih kepada Pak Agus atas segala dedikasinya sebagai Gubernur BI dengan reputasi yang cukup membanggakan. Misbakhun berkata, ini pengalaman yang baik yang luar biasa bisa, semoga silaturahmi terjaga. Misbakhun mengatakan, BI harus jadi bank sentral yang kedudukannya merevitalisasi. Misbakhun me-review, bulan Mei 2013 nilai tukar Rp9.700 sekarang nilai tukar Rp14.200-an. Misbakhun berkata ini akan dicatat dan ada selisih Rp4.200. Misbakhun menanyakan apakah arah kebijakan rupiah akan dilakukan redenominasi. Misbakhun berpendapat kalau rapat di sini bagaimana  dapat mengantisipasi federal reserve, ada istilah Amerika batuk Indonesia yang berdarah-darah. Misbakhun berpendapat, kalau BI ingin kuat dan disegani di regional, harus diperkuat di struktur UU. Misbakhun berkata, WTP BI atas laporan Kementeriankeu bukan atas kebijakan moneter. Misbakhun berkata, tadi bapak sampaikan untuk memperkuat ekspor tapi kenapa tidak ada peran BI di sana? Misbakhun mengatakan, BI di UU lama pernah ambil peran untuk pertumbuhan ekonomi.

Edison Betaubun dari Maluku. Edison mengatakan, selama Pak Agus jadi Gubernur BI, mitra komisi 11 dalam pengawasan kinerja BI sudah cukup luar biasa. Edison berkata, menurut UU MD3 anggota DPR bisa memperjuangkan kepentingan dapil, mitra BI baik bekerja sama. Edison berkata, ada komisi 11 yang ditangkap bersama orang Kemenkeu yang melakukan lobi-lobi kok bisa tapi kalau kita sampaikan aspirasi dapil tidak bisa. Edison berkata sejak Sri Mulyani jadi mitra belum ada kepedulian ke mitra. Edison berharap Pak Jokowi jangan percaya laporan Asal Bapak Senang (ABS) dari Menkeu, baru kali ini Menkeu tidak bisa memperjuangkan kepentingan dapil tapi ada bagian Kemenkeu ditangkap lakukan lobi-lobi. Kemarin saya ingin sampaikan ini di paripurna saat ada Menkeu, tapi karena jumat mau sholat tidak jadi. Edison menanyakan bisakah nilai tukar rupiah tidak naik karena ada komentar akan bisa naik sampai Rp 17.000.

Fraksi Gerindra: Heri Gunawan dari Jawa Barat 4 mengatakan, sejak 2017 kita terjadi krisis fiskal indikasinya utang kita naik terus.

Fraksi PAN: Jon Erizal dari Riau 2 mengatakan, di last day semangat Pak Agus belum turun, jarang yang seperti ini. Jon berkata, tadi disinggung soal BUMN tapi ada hal yang jadi perhatian bahwa konsentrasi lebih pada invention  begitu Likuidutas longgar ditarik. Jon mengucakan Alhamdulillah inflasi yang BI maintain berhasil, tapi satu sisi sektor riil terganggu. Jon berkata, agak konsen soal fintech, banyak fintech sedot dana masyarakat, ini mohon dijaga betul agar tidak muncul seperti first travel. Jon mengatakan, UU sekarang yang membolehkan untuk ambil dana masyarakat hanya bank, karena bank punya requirements tinggi. Jon mengatakan, pengaturan payment gateway sudah bagus, tapi aturan mereka ambil dana masyarakat tidak boleh. Jon mengatakan mohon ini jadi prioritas kalau tidak nanti jebol, kalau mereka mau kelola e-money mereka requirements harus sama kayak bank baik modal, SDM, dan lain-lain.

Fraksi PKS: Refrizal dari Sumatera Barat 2 Refrizal mengatakan nilai tukar kita melemah dan menanyakan apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan nilai tukar rupiah. Refrizal mengatakan sekarang nilai tukar mata uang Singapura sudah Rp 10.500. Refrizal mengira nilai tukar  Rp 14.000 ini tertinggi setelah reformasi. Refrizal mengucapkan terima kasih ke Pak Agus, hubungan komisi 11 dan Pak Agus sudah cukup baik. 

Fraksi PPP: Elviana dari Jambi Elviana mengatakan semalam membuka referensi tentang Pak Agus, di antaranya  kebijakan kontroversial Pak Agus, ternyata bapak sepanjang hidupnya bankir. Elviana berkata, ketika Pak Agus mau mengakhiri masa jabatan ada gejolak nilai tukar rupiah, neraca perdagangan a kan defisit terus, Pak Agus mempercepat giro wajib minimum. Elviana berkata, kami selaku Fraksi PPP mengapresiasi bapak, kami setiap bulan dapat laporan dan diuraikan Kanwil BI di Jambi,  kalau boleh bapak nyaleg lah di PPP.

Fraksi Nasdem: Johny G. Plate dari Nusa Tenggara 1 Johhny berkata, mulai dari 2013 melalui Program reformasi BI berkelanjutan maka bisa hadapi tantangan BI. Johny berpendapat aksi terorisme tidak terlalu memberikan dampak terlalu luas ke perekonomian, ini tentu buah kerja sama di dalam track yang betul. Johny berpendapat, tantangan yang jadi perhatian kita yaitu harus menyesuaikan kebijakan 7 days rate. Johny berterima kasih ke Pak Agus yang telah memimpin BI dan menjadi mitra kerja.

Achmad Hatari dari Maluku Hatari mengatakan, Pak Agus adalah sosok yang dikenal ketika masih menjabat direktur utama Bank Mandiri, waktu itu Hatari masih di Papua dan bertemu lagi saat Hatari sudah menjadi anggota DPR. Hatari mengatakan bangga dengan dedikasi seorang Agus Marto yang sering meninggalkan keluarga untuk kepentingan bangsa. Hatari menanyakan upaya apa yang harus dilakukan BI dalam mengatasi penurunan saham gabungan. Hatari mengatakan, menurut statistik kenaikan impor tidak sebanding kenaikan ekspor apalagi ditambah jatuh tempo hutang pemerintah dan swasta akan berpengaruh ke rupiah.

 

Penutup

Rapat kerja Komisi 11 dengan Gubernur Bank Indonesia ditutup oleh Melchias Marcus Mekeng dari Fraksi Golkar dapil Nusa Tenggara Timur 1 pukul 13:57 WIB.

Untuk mengikuti rangkai livetweet RDPU Komisi 11 dengan Gubernur Bank Indonesia mengenai laporan Gubernur BI periode 2013-2018 kunjungi https://chirpstory.com/li/392966

Wikidpr/IMI/AI

Ilustrasi: tribunews