Skip to main content
WikiDPR.orgMendekatkan Rakyat dengan Wakilnya

Reklamasi Teluk Benoa - Audiensi Komisi 4 dengan Paguyuban Desa Adat Bali

Komisi/AKD: Komisi 4, Tanggal Rapat: 11/Jan/2017,  Ditulis Tanggal: 14/Mar/2017

Mitra Kerja: Paguyuban Desa Adat Bali Reklamasi Teluk Benoa - Audiensi Komisi 4 dengan Paguyuban Desa Adat Bali

Pada 11 Januari 2017, Komisi 4 menggelar audiensi dengan Paguyuban Desa Adat Bali tentang pembahasan reklamasi Teluk Benoa. Audiensi dipimpin Edhy Prabowo dari fraksi Gerindra dapil sumsel 1. Kami merasa terhormat perwakilan dari Paguyuban Desa Adat Bali bisa hadir disini. Selanjutnya, Edhy membuka rapat pukul 13:41 WIB.

 

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan Paguyuban Adat Bali:

  • Paguyuban Desa Adat Bali memperkenalkan diri disertai dengan desa adat yang tergabung dalam pasubayan desa adat Bali, Paguyuban desa adat Bali dengan tegas menolak reklamasi Teluk Benoa karena reklamasi sangat bertentangan dengan adat Bali.

  • Pasubayan Desa Adat Bali terdapat 39 desa adat Bali yang menolak reklamasi teluk benoa di Bali, Paguyuban Desa adat Bali diajarkan secara adat Bali, sekecil apapun informasi akan menjadi sesuatu yang berguna tidak semua dari 39 desa adat yang menyatakan penolakan bisa hadir pada saat ini karena di Bali ada upacara hari baik pasubayan.

  • Paguyuban Desa Adat Bali datang membawa kebenaran, Paguyuban Adat Bali pendesa bukan pejabat dan kami punya kewajiban. Memakai sesuatu dengan catur guru yang harus di taati ada 4 aspek, yang paling tinggi adalah kepada sang pencipta

  • Paguyuban Desa Adat Bali,di Bali memang terkenal damai karena memang adatnya demikian dan sampai sekarang masih damai.terkait reklamasi, jangan sampai ada penolakan dari adat bali.

  • Tentang teluk benoa Paguyuban Desa Adat Bali menolak karena menurut mereka tidak ada yang salah dengan teluk benoa bila ada pengendapan atau banyak sampah Paguyuban Desa Adat Bali meminta untuk di bersihkan saja. Kawasan bendungan air di Bali Selatan merupakan satu-satunya kawasan yang penampang airnya di buat oleh alam dan itu ada di Teluk Benoa

  • Paguyuban Desa Adat Bali punya jiwa untuk melayani masyarakat adat, dalam aspek sosial dan budaya, sosial nya tradisional, dan mempunyai jiwa dedikasi

  • Pasubayan Desa Adat Bali mengenai reklamasi di teluk benoa ini dapat dilihat dari sosial budaya adalah tidak benar, karena Pasubayan Desa Adat Bali memperlakukan laut dengan sangat luar biasa karena laut merupakan kearifan lokal di Bali. Dalam ajaran adat Bali, ada dua aspek yang disimbolkan dengan gunung dan laut. Laut sebagai ibu semesta dan gunung sebagai bapak semesta.

 

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Fraksi Gerindra: oleh Edhy Prabowo dari Sumsel 1. Edhy menanyakan perihal muntik harus di lahan basah atau bisa juga di lahan yang ada tanamannya serta menyatakan bahwa Komisi 4 DPR-RI tidak memihak pada siapapun kecuali berdiri di garis kebenaran komisi 4 DPR  berdiri di atas kepentingan rakyat.

Fraksi Golkar: oleh AA Bagus dari Bali. Bagus mengatakan bahwa melestarikan nilai budaya dalam bidang kelautan harus dijunjung tinggi, kami akan berikan masukan pada pimpinan untuk lakukan tindak lanjut terhadap aspirasi yang disampaikan.

 

Respon Mitra

Berikut merupakan tanggapan mitra terhadap pemantauan rapat:

  • Masalah muntik mau ditanam tanaman itu bisa saja teluk benoa sebagai kawasan suci sudah diputuskan para pendeta ada 19 muntik, alur sungai juga punya nama semua dengan nama tradisional di sekitar, di Teluk benoa banyak pura, dan salah satunya terdapat didasar laut yang diyakini sebagai tempat suci dari awal rencana reklamasi teluk benoa.

  • Paguyuban Desa Adat Bali menolak reklamasi di teluk benoa karena itu adalah daerah yang suci dan meminta agar Pemerintah tidak menggangu adat di sana.

  • Paguyuban Desa Adat Bali berharap Komisi 4 tidak termanipulasi oleh surat sudah ada pepres yang menyatakan teluk benoa tidak boleh di reklamasi

 

Kesimpulan Rapat

  • Komisi 4 DPR-RI dapat memahami dari Paguyuban Desa Adat Bali mengenai pembahasan dan penolakan reklamasi Teluk Benoa.

  • Komisi 4 DPR-RI dapat memahami usulan atas kebijakan yang di berikan oleh Paguyuban Desa Adat Bali tentang menanam Mangrove, tanaman karang dan di jadikannya tempat pariwisata untuk dunia.

 

Penutup

Audiensi Komisi 4 DPR-RI dengan Paguyuban Desa Adat Bali tentang  Reklamasi Teluk Benoa, ditutup pada 15:30 WIB oleh Edhy Prabowo. Untuk membaca rangkaian livetweet Komisi 4 dengan Paguyuban Desa Adat Bali kunjungi https://chirpstory.com/li/343384.

 

wikidpr/asf/mfa-rhs

 

Ilustrasi: tribunnews.com